Minggu, September 25, 2011

TANGIS ABDURRAHMAN BIN AUF radhiallaahu 'anhu (Masuk Surga Dengan Merangkak)

Pada suatu hari, saat kota Madinah sunyi senyap, debu yang sangat tebal mulai mendekat dari berbagai penjuru kota hingga nyaris menutupi ufuk. Debu kekuning-kuningan itu mulai mendekati pintu-pintu kota Madinah. Orang-orang menyangka itu badai, tetapi setelah itu mereka tahu bahwa itu adalah kafilah dagang yang sangat besar. Jumlahnya 700 unta penuh muatan yang memadati jalanan Madinah.


Orang-orang segera keluar untuk melihat pemandangan yang menakjubkan itu, dan mereka bergembira dengan apa yang dibawa oleh kafilah itu berupa kebaikan dan rizki. Ketika Ummul Mukminin Aisyah radhiallaahu 'anha mendengar suara gaduh kafilah, maka dia bertanya, "Apa yang sedang terjadi di Madinah?" Ada yang menjawab, "Ini kafilah milik Abdurrahman bin Auf radhiallaahu 'anhu yang baru datang dari Syam membawa barang dagangan miliknya." Aisyah bertanya, "Kafilah membuat kegaduhan seperti ini?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Ummul Mukminin, kafilah ini berjumlah 700 unta." Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Aku bermimpi melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak'." (al-Kanz, no. 33500)



Renungkanlah, wahai orang-orang yang punya akal pikiran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak!

Sebagian sahabatnya menyampaikan berita ini kepadanya. Ia teringat bahwa ia pernah mendengar hadits ini dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam lebih dari sekali, dan dengan lafazh yang berbeda-beda. Ia pun melangkahkan kakinya menuju rumah Ummul Mukminin Aisyah radhiallaahu 'anha dan berkata kepadanya, "Sungguh engkau telah menyebutkan suatu hadits yang tidak akan pernah aku lupakan."

Kemudian ia berkata, "Aku bersaksi bahwa kafilah ini berikut muatan dan pelananya, aku infakkan di jalan Allah Ta'ala."

Muatan 700 unta itu pun dibagi-bagikan kepada penduduk Madinah dan sekitarnya dalam "pesta besar". Itulah Abdurrahman bin Auf, seorang pedagang sukses, orang kaya raya, mukmin yang mahir... yang menolak bila kekayaannya itu menjauhkannya dari kafilah iman dan pahala surga. Bagaimana tidak? Sedangkan ia adalah salah seorang dari delapan orang yang telah lebih dahulu masuk Islam, dan termasuk salah seorang yang diberi kabar gembira dengan surga.

Ia adalah salah seorang dari enam anggota musyawarah yang ditunjuk oleh al-Faruq Umar radhiallaahu 'anhu untuk memilih khalifah di antara mereka sepeninggalnya seraya berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam wafat dalam keadaan ridha kepada mereka."

Ia berhijrah ke Habasyah, kemudian kembali ke Makkah. Kemudian berhijrah ke Habasyah untuk kedua kalinya. Kemudian berhijrah ke Madinah, dan mengikuti perang Badar, Uhud dan semua peperangan.

Ketika Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, beliau mempersaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dengan Sa'd bin ar-Rabi' radhiallaahu 'anhu. Mengenai hal itu, Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu menuturkan, "Sa'd berkata kepada Abdurrahman, 'Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang paling banyak hartanya, lihatlah separuh hartaku lalu ambillah. Aku punya dua istri, lihatlah mana di antara keduanya yang paling engkau kagumi, maka aku akan menceraikannya untuk engkau nikahi.' Abdurrahman bin Auf menjawab, 'Semoga Allah memberkahimu berkenaan dengan keluargamu dan hartamu... Tunjukkanlah padaku letak pasar.' Lalu ia pergi ke pasar, lalu membeli dan menjual serta mendapatkan keuntungan."

Perdagangannya sukses lagi diberkahi, dia mencari yang halal dan menjauhi yang haram serta syubhat. Dalam perdagangannya terdapat bagian yang sempurna untuk Allah, yang disampaikan untuk keluarga dan saudara-saudaranya, serta untuk menyiapkan pasukan kaum muslimin.

Ia pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya pada suatu hari,
يَا ابْنَ عَوْفٍ، إِنَّكَ مِنَ اْلأَغْنِيَاءِ، وَإِنَّكَ سَتَدْخُلُ الْجَنَّةَ حَبْوًا، فَأَقْرِضِ اللهَ يُطْلِقْ لَكَ قَدَمَيْكَ

"Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya kamu termasuk kaum yang kaya raya, dan kamu akan masuk surga dengan merangkak. Oleh karena itu, pinjamkanlah suatu pinjaman kepada Allah sehingga Allah membebaskan kedua telapak kakimu." (HR. al-Hakim, 3/ 311 dan al-Hilyah, 1/ 99)

Sejak saat itu, ia memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, sehingga Allah melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.
Suatu hari ia menjual tanah seharga 40.000 dinar, kemudian membagikan semuanya untuk keluarganya yaitu Bani Zahrah, untuk Ummahatul Mukminin, dan kaum fakir dari kalangan kaum muslimin.
Suatu hari ia memberikan untuk pasukan kaum muslimin sebanyak 500 kuda.
Pada hari yang lain, ia memberikan sebanyak 1500 unta.
Ketika meninggal, ia mewasiatkan sebanyak 50.000 dinar di jalan Allah.
Ia mewasiatkan untuk masing-masing orang yang masih hidup dari peserta perang Badar mendapatkan 400 dinar di jalan Allah.
Sampai-sampai Imam Syahid Utsman bin Affan radhiallaahu 'anhu mengambil bagiannya dari wasiat tersebut seraya berkata, "Harta Abdurrahman adalah halal dan bersih, dan menikmati harta tersebut menjadi kesembuhan dan keberkahan."

Karena itu dia berkata, "Penduduk Madinah semuanya adalah sekutu Ibnu Auf berkenaan dengan hartanya... karena sepertiganya ia pinjamkan kepada mereka, sepertiganya untuk membayarkan hutang mereka, dan sepertiganya lagi ia sampaikan dan berikan kepada mereka."

Sekarang... mari kita lihat air mata orang shalih ini yang menjadikannya sebagai golongan orang-orang yang shalih, zuhud, dan jauh dari dunia berikut segala isinya.

Suatu hari ia dibawakan makanan untuk berbuka, karena ia berpuasa. Ketika kedua matanya melihat makanan itu dan mengundang seleranya, ia menangis seraya berkata, "Mush'ab bin Umair gugur syahid dan ia lebih baik daripada aku, lalu ia dikafani dengan selimut. Jika kepalanya ditutupi, maka kedua kakinya kelihatan dan jika kedua kakinya ditutupi, maka kepalanya kelihatan. Hamzah gugur sebagai syahid dan ia lebih baik daripada aku. Ia tidak mendapatkan kain untuk mengkafaninya selain selimut. Kemudian dunia dibentangkan kepada kami, dan dunia diberikan kepada kami sedemikian rupa. Aku khawatir bila pahala kami telah disegerakan kepada kami di dunia."

Pada suatu hari sebagian sahabatnya berkumpul untuk me-nyantap makanan di kediamannya. Ketika makanan dihidangkan di hadapan mereka, maka ia menangis. Mereka bertanya, "Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Muhammad?" Ia menjawab, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam telah meninggal dalam keadaan beliau berikut ahli baitnya belum pernah kenyang makan roti gandum... Aku tidak melihat kita diakhirkan, karena suatu yang lebih baik bagi kita."

Demikianlah Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai dikatakan tentang dia, seandainya orang asing yang tidak mengenalnya melihatnya sedang duduk bersama para pelayannya, maka ia tidak bisa membedakan di antara mereka.

Ketika al-Faruq Umar bin al-Khaththab radhiallaahu 'anhu akan melepas nyawanya yang suci, dan memilih enam orang dari sahabat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam untuk memilih khalifah baru, di antara mereka ialah Abdurrahman bin Auf, maka pada saat itu banyak jari yang menunjuk ke arah Ibnu Auf. Ketika sebagian sahabat mendukungnya berkenaan dengan hal itu, maka ia berkata, "Demi Allah, mata anak panah diambil lalu diletakkan di kerongkonganku, kemudian diteruskan ke sisi lainnya, lebih aku sukai daripada menjadi khalifah."

Setelah itu, ia memberitahukan kepada kelima saudaranya bahwa dirinya mundur dari pencalonan. Tetapi mereka berpendapat agar dialah yang menjadi hakim dalam memilih khalifah. Dialah orang yang dinilai oleh Imam Ali bin Abi Thalib radhiallaahu 'anhu, "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam menyifatimu sebagai orang kepercayaan di penduduk langit dan orang kepercayaan di penduduk bumi."

Di sinilah terjadi pemilihan yang benar. Ia memilih Dzun Nurain, seorang yang dermawan dan pemalu, penggali sumur untuk kaum muslimin, orang yang menyiapkan pasukan penaklukan Makkah, Imam Syahid Utsman bin Affan radhiallaahu 'anhu. Akhirnya, yang lainnya mengikuti pilihannya.

Pada tahun 32 H., Abdurrahman bin Auf menghembuskan nafas terakhirnya. Ummul mukminin Aisyah radhiallaahu 'anha ingin memberikan penghargaan khusus kepadanya yang tidak pernah diberikannya kepada selainnya. Aisyah menawarkan kepadanya, pada saat Ibnu Auf berbaring di atas ranjang kematiannya, untuk dikuburkan di kamarnya di sisi Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam, Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khaththab radhiallaahu 'anhu. Tetapi ia seorang muslim yang terdidik dengan sangat baik oleh keislamannya, sehingga ia merasa malu mengangkat dirinya kepada derajat seperti ini. Apalagi ia punya perjanjian yang sangat kuat bersama Utsman bin Mazh'un radhiallaahu 'anhu, ketika keduanya mengadakan perjanjian pada suatu hari, bahwa siapa di antara keduanya yang mati belakangan, maka ia dikuburkan di dekat sahabatnya.

Ketika ruhnya siap untuk melakukan perjalanan baru, maka kedua matanya mengalirkan air mata, dan lisannya berucap, "Sesungguhnya aku takut tertahan untuk berjumpa sahabat-sahabatku karena banyaknya harta yang aku miliki."

Tetapi Allah Ta'ala menurunkan ketentramanNya, dan wajahnya berbinar-binar dengan cahaya. Seolah-olah ia mendengar sesuatu yang menyejukkan yang dekat dengannya. Sepertinya ia mendengar suara sabda Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam di masa lalu, "Abdurrahman bin Auf masuk surga."

Sepertinya ia mendengar janji Allah dalam Kitab SuciNya, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Baqarah: 262).

CATATAN KAKI:

* Abdurrahman bin Auf az-Zuhri al-Qurasyi, salah seorang dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira dengan surga, salah seorang yang lebih dulu masuk Islam. Meninggal pada tahun 32 H.

Lihat Siyar al-A'lam an-Nubala' 3/ 321.

http://alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkisah&id=136

Selengkapnya...

Sabtu, September 10, 2011

Berdoalah ...

Seorang muslim membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta'ala setiap saat. Penghambaan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala mutlak harus dikerjakan. Berdoa merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh seorang hamba untuk membuktikan kebutuhannya kepada Allah, dan sebagai bukti ketundukan dirinya kepada Rabbul-'Alamiin (Dzat Yang Maha Menguasai alam semesta.







Dapatkan poster-poster berisi Do'a-Do'a yang disyariatkan.

I Like It
http://tinyurl.com/Doa-doa-Sunnah

Group DZIKIR dan DOA
http://tinyurl.com/group-dzikir-1

Group DOA dan DZIKIR
http://tinyurl.com/group-dzikir-2

Blog:
hhttp://doadandzikir.wordpress.com/




Selengkapnya...

Radio Dakwah Streaming via Internet

Alhamdulillah sekarang sudah banyak bermunculan radio sunnah yang bermanfaat bagi para pencari ilmu.
Dengan teknologi yang semakin canggih kita bisa mendegarkan kajian dan ceramah para ustadz melalui streaming di internet.



Daftar Radio Sunnah di indonesia:

Radio Rodja

Alamat Streaming :

http://live.radiorodja.com/


Radio Muslim

Alamat Streaming :

http://202.78.202.118/

http://live.radiomuslim.com/

http://radiomuslim.com/live1.radiomuslim.com


Radio Hang

Alamat Streaming :

http://www.hang106.or.id:106/;stream.nsv

http://72.249.104.46/


Assunnah FM

Alamat Streaming :

http://live.radioassunnah.com:8050/

http://live.radioassunnah.com/

Radio Ar Royyan

Alamat Streaming :

http://202.78.202.114:8085/

Radio Suara Quran

Alamat Streaming :

http://202.78.202.114:8010/

Ngaji Online

Alamat Streaming :

http://ngaji-online.sytes.net:8006/

Telaga Hati

Alamat Streaming :

http://abuzubair.sytes.net:8020/

Radio Al Iman

Alamat Streaming :

http://202.78.202.114:8020/

Kajian Online Medan

Alamat Streaming :

http://119.110.87.71:7982/

Annash Radio

Alamat Streaming :

http://live.annashradio.com:7052/

Sumber: http://tashfiyah.or.id/

Selengkapnya...

Selasa, Mei 10, 2011

Bagaimana Membuat Desain Cover Buku yang Menarik

Menurut laporan jurnal The Wall Street, seorang pembeli yang sedang mencari buku di sebuah toko buku, biasanya menghabiskan waktu 8 detik ketika melihat cover depan buku dan selama 15 detik membaca cover belakangnya. Anda dapat mengatakan, tetapi Anda dapat menjual sebuah buku hanya dengan bagian cover. Berikut ini beberapa teknik-teknik mendesain sebuah cover buku yang jitu, yang biasanya teknik ini telah dipakai oleh para professional.



Unsur-unsur terpenting cover depan
Bagian ini menampilkan judul buku, subjudul, dan nama penulis. Bagian ini merupakan kesempatan emas yang sering diabaikan. Sebaiknya, pada cover depan dimasukkan pernyataan atau pujian singkat dari orang penting mengenai buku ini.

Bayangkan, cover buku yang sedang Anda buat diibaratkan sebuah billboard. Sebuah desain yang bagus dapat mengkomunikasikan pesan isi buku hanya dengan sekali pandang, namun tetap dengan desain yang simpel dan rapi/bagus, unik, berbeda, berani serta dengan pemilihan warna-warna graphic yang menarik. Akan tetapi, style graphic tetap konsisten dengan isi dan personality isi buku. Pastikan ada point central dan penting dalam pembuatan desain buku yang Anda buat.

Direkomendasikan/disarankan menggunakan font yang dibold, huruf yang kontras pada bagian depan. Ketika memilih warna, pertimbangkan bagaimana warna-warna tersebut akan tetap terlihat ketika dirubah ke dalam warna hitam dan putih. Dengan demikian, cover yang dibuat akan dihasilkan kembali dengan baik pada iklan yang berwarna hitam dan putih, katalog, dan pamflet. Juga, pastikan jenis font yang digunakan sebagai judul utama dapat dibaca dengan jelas dari jarak yang jauh dan juga menggunakan jenis font yang sesuai dengan tema buku.



Cover yang menakutkan pembaca amatir dan terlalu nyaman dipandang, berakibat sulit untuk menjual buku itu. Jika kamu kurang berbakat pada bidang ini, carilah hasil desain cover seseorang yang sudah berpengalaman. Seorang desainer profesional mempunyai kreativitas, skill, software, memiliki akses stok foto, dan mengetahui pemahaman tentang dunia percetakan. Jika anda belajar banyak dari seorang desainer profesional ini, kelak menjadikan hasil cover buku yang dibuat akan tampak menonjol (eyecatching) di rak-rak buku.

Apakah yang seharusnya dimasukkan pada bagian spine (bagian vertikal belakang buku)

• Antara lain:
• Nama penulis,
• Judul buku,
• Logo penerbit dicantumkan dengan jelas.

Pastikan informasi pada spine jelas, tidak terlalu detail, mudah dibaca. Direkomendasikan gunakan font yang dibold dan huruf-huruf yang kontras akan lebih bagus.

Bagian-bagian penting yang seharusnya dimasukkan pada bagian cover belakang

• Tempatkan judul kategori buku pada bagian pojok kiri atas, hal ini untuk memudahkan dan mempercepat buku tersebut dikategorikan ketika diletakkan di rak-rak buku.
• Tulislah dengan jelas sebuah headline yang berisi siapa saja yang seharusnya membeli buku ini.
• Seharusnya juga dicantumkan penjelasan singkat mengenai isi buku.
• Kemudian masukkkan pula dalam bentuk bullet singkat tentang manfaat bagi pembaca jika membaca buku ini.
Pada cover belakang buku direkomendasikan beberapa unsur berikut ini:
• Hanya memasukkan tidak lebih dari tiga testimoni dan dukungan publik,
• Juga biografi dan photograph.
• Pada bagian bawah sales-closer copy print.
• Tempatkan informasi harga buku di pojok bawah kiri cover belakang.
• 13 digit ISBN untuk catalog
• Bar code di bagian bawah kanan pojok (di bawah nomor ISBN), gunanya pada bagian penjualan melakukan scan untuk mendapatkan informasi dan harga buku.
Jangan lupa memasukkan pengakuan terhadap pembuat cover buku ini, photograper dan designer.



Apa yang dilakukan pada bagian kulit dalam (jika ada)

Biasanya tercantum:
• Sales copy
• Teaser singkat mengenai deskripsi buku
• Biodata dan foto.

Mulai sekarang, anda telah memiliki sebuah ide baru tentang apa yang membuat sebuah kekuatan desain cover buku. Ingat, desain cover buku adalah bentuk sebuah desain pengepakan, dan desain pengepakan yang baik akan menarik seseorang untuk membeli. Karena itulah, mengapa sebuah organisasi yang sukses berani menghabiskan dana jutaan dolar untuk melakukan penelitian dan pengembangan mengenai kemungkinan desain pengepakan sebuah produk yang terbaik.

Sumber:
http://www.macgraphics.net/book-cover-design-tips.php

Penulis: Karen Saunders
Penerjemah:
Ahmad Noviadi, S.Ag
http://www.facebook.com/profile.php?id=100001870179396
Selengkapnya...

Jumat, Maret 18, 2011

GARIS WAKTU DESIGN GRAFIS




Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26

A. Sejarah Desain Grafis


Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat ditulisakan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.

Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perkembangan desain grafis. Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan pada tahun 1447 dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.

1851, The Great Exhibition

Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851,pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.

1892, Aristide Bruant, Toulouse-Lautrec

Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse- Lautrec melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia. Walaupun lithography ditemukan di Austria oleh Alois Senefelder pada tahun 1796, Toulouse-Lautrec membantu tercapainya peleburan industri dan seni.

1910, Modernisme

Modernisme terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Sebuah dogma yang menjadi nafas desain modern adalah “Form follow Function” yang di lontarkan oleh Louis Sullivan.Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan ´bahasa mesin´, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan ´estetika mesin´

1916, Dadaisme

Suatu pergerakan seni dan kesusasteraan (1916-23) yang dikembangkan mengikuti masa Perang Dunia Pertama dan mencari untuk menemukan suatu kenyataan asli hingga penghapusan kultur tradisional dan bentuk estetik. Dadaism membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.

1916, De Stijl

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna- warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld.

1918, Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gamabr dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional

1919, Bauhaus

Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.

1928-1930, Gill Sans

Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).

1931, Harry Beck

Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.

1950s, International Style

International atau Swiss style didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.

1951, Helvetica

Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.

1960s, Psychedelia and Pop Art

Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur
menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.

1984, Émigré

Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.

A. 1. Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk

menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga
dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan.
Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain
lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang,
produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di
dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain
grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan
ruang.

Prinsip dan Unsur Desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-
unsur tersebut (termasukshape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna)
membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti
keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.


Peralatan Desain Grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah
aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi
image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan
kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk
melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang
kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk
menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

B.Daftar Software Desain Grafis

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing
• Adobe Photoshop
• Adobe Illustrator
• Adobe Indesign
• Coreldraw
• GIMP
• Inkscape
• Macromedia Freehand

Webdesign

• Macromedia Dreamweaver
• Microsoft Frontpage
• Notepad

Audiovisual

• Adobe After Effect
• Adobe Premier
• Final Cut
• Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

Rendering 3 Dimensi
• 3D StudioMax
• Maya
• AutoCad

http://iswagraff.blogspot.com/p/gambar.html
Selengkapnya...