Follow My Instagram

Senin, April 13, 2009

HAKEKAT SYUKUR



Banyak sekali nikmat-nikmat Allah yang kita rasakan. Namun, sudahkah kita mensyukurinya dan bagaimanakah cara mensyukuri nikmat-nikmat tadi?

* Bersyukur artinya seseorang memuji Allah Ta'ala yang telah memberikan kenikmatan kepadanya. Baik berupa kenikmatan jasmani seperti harta benda, kesehatan, keamanan, anak, istri dan lain sebagainya. Atau yang berupa kenikmatan rohani seperti iman, islam, petunjuk, ilmu yang bermanfaat, rasa senang, lapang dada, hati yang tenang dan lain sebagainya.

* Semua kenikmatan yang banyak itu wajib untuk disyukuri oleh setiap orang yang beriman karena kesemuanya itu datang dari Allah Ta'ala yang tidak membutuhkan sesuatu dari manusia, akan tetapi justru manusialah yang membutuhkan Allah Ta'ala. Jadi, alangkah bodoh dan tidak tahu diri apabila ada orang yang tidak mau bersyukur kepada Allah Ta'ala atas nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya.

* Nikmat Allah Ta'ala itu sangat banyak, saking banyaknya maka tidak ada orang yang bisa menghitungnya, sebagaimana firman Allah Ta'ala ::

وَإِنْ تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا
“Apabila kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan bisa menghitungnya”. (QS. An Nahl : 18)

* Bersyukur merupakan kewajiban bagi setiap hamba yang beriman, sebagaimana firman Allah Ta'ala ::

فاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْنِيْ وَلاَ تَكْفُرُوْنِ
“Ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku akan ingat kepadamu, bersyukurlah kepadaKu dan jangan kamu kufur (ingkar)”. (QS. Al Baqarah : 152)

* Orang yang beriman diharuskan menyebut-nyebut nikmat Allah yang telah dia dapatkan, karena menyebut-nyebut nikmat Allah termasuk ungkapan rasa syukur kepadaNya, firman Allah Ta'ala :


فأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبّكَ فَحَدّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (QS. Adh Dhuha : 11)

* Orang yang bersyukur kepada Allah akan mendapatkan banyak faedah dan manfaat, diantaranya :

1. Mendapatkan tambahan nikmat dari Allah, firman Allah Ta'ala :
لإنْ شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلإنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu”. (QS. Ibrahim : 7)

2. Tidak akan disiksa oleh Allah Ta'ala, firman Allah Ta'ala :
وَمَا يَفْعَلُ اللهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَ آمَنْتُمْ
“Tidaklah Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman”. (QS. An Nisaa’ : 147)

3. Mendapatkan pahala yang besar, firman Allah Ta'ala :
وَسَيَجْزِ اللهُ الشَاكِرِيْنَ
“Dan Allah akan memberi ganjaran pahala bagi orang-orang yang bersyukur ”. (QS. Ali ‘Imran : 144)

Untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah Ta'ala maka ada 3 cara yang harus ditempuh oleh seorang hamba :

a. Dengan hati.

Seorang hamba mengetahui dan mengakui bahwa semua kenikmatan yang ada itu adalah datangnya dari Allah Ta'ala. Tidak boleh sedikit pun merasa bahwa apabila mendapatkan suatu kenikmatan atau keberhasilan itu datangnya dari dirinya sendiri atau karena ilmu yang dimilikinya.

b. Dengan lisan.
Lisan seorang yang beriman selalu mengucapkan puji syukur kepada Allah Ta'ala setiap kali mendapatkan suatu kenikmatan, baik dengan ucapan الحمد لله رب العالمين = Alhamdulillah Rabbil’aalamiin atau mengucapan doa yang mengandung arti puji syukur kepadaNya.

c. Dengan anggota badan.
Kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang beriman, akan dijadikan sebagai pendorong baginya untuk lebih banyak dan bersemangat di dalam beribadah kepada Allah Ta'ala. Sehingga semakin banyak kenikmatan yang diperolehnya, maka semakin meningkat pula ibadahnya kepada Allah Ta'ala.

TIPS:

Agar seseorang itu bisa menjadi hamba yang bersyukur maka hendaknya dia melihat kepada orang yang berada di bawahnya, yaitu dalam hal harta benda dan jasmani (bentuk badan). Adapun dalam hal ketaatan dan ibadah, maka hendaknya melihat orang yang berada di atasnya.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عليكم

“Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau melihat orang yang berada di atasmu. Yang demikian ini (melihat ke bawah) akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kalian.”.” (HR. Muslim)
WALLAAHU A’LAMU BISH SHOWAAB


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar